Diagram Nada Pada Fret Gitar

Setelah tahu cara  Tuning / Tala / Stem Gitar


senar gitar, maka sekarang kita akan mulai
belajar mengenal nada – nada pada fret gitar.

Pada diagram diatas, kearah kanan ( kolom ) adalah senar, sementara ke bawah ( baris ) adalah fret.
Sebagai contoh : Open String senar ke enam adalah nada E. Dengan menekan senar ke enam pada fret ke 1
maka akan menghasilkan nada F.

Perhatikan, pola nada berulang mulai dari fret 12 tiap senar, namun perbedaannya adalah nadanya naik satu oktaf. Akan lebih baik kalau kita benar-benar mengenal tiap nada.

Diagram Nada ini merupakan nada-nada
pada fret gitar standard tuning, 6 senar,
gitar elektrik 24 fret.

Di pasaran banyak beredar gitar dengan berbagai
jumlah fret, tergantung selera, kita bebas
memilih antara gitar yang memiliki 22 fret atau
24 fret. Namun saya pribadi cenderung lebih memilih
gitar yang memiliki 24 fret, karena menurut saya memiliki
jangkauan nada yang lebih luas.

Nada pada fret berjalan secara Chromatic. Setiap fret pada fretboard bernilai setengah nada,
misalnya kita memetik senar terbuka ( Open String ) pada senar 1 yang bernada E maka bila kita
menekan fret 1 senar 6 dan memetiknya akan berbunyi nada F, fret 2 nada F # dan seterusnya G, G #, A, A #, B, C, C #, D, D #, E. Kecuali B dan E semua nada memiliki tanda # atau Kres (sharp) karena E ke F dan B ke C berjarak setengah (half step) sedangkan nada lainnya sepert A ke B atau F ke G berjarak 1 nada (whole step).

Dengan mempelajari Diagram Nada pada fret gitar maka akan dapat sangat membantu kita dalam berlatih,
mempelajari tangga nada (scale), serta improvisasi pada saat jamming.

Tuning / Tala / Stem Gitar

Tuning merupakan proses menentukan frekuensi standar dan menyelaraskan frekuensi antar senar
pada alat musik berdawai contohnya gitar. Pada gitar proses ini dilakukan dengan mengatur ketegangan
senar melalui pemutar ( Tuning Peg ) yang ada di kepala ( Head ) gitar. Tuning standar pada gitar yaitu E-A-D-G-B-E,
untuk mendapatkan frekuensi yang standar misalnya A dapat dijadikan patokan sebuah Garputala A atau
dengan alat musik lain. Cara paling mudah dan paling praktis dengan menggunakan sebuah Chromatic Tuner Elektronik.

 

 

Langkah-Langkah Menyetem Gitar (Manual / Dengan Garpu Tala)

Bunyikan Garpu Tala nada A 440 Hz dan tempelkan gagangnya pada badan gitar sehingga terdengar nada A.
Tekan fret 5 senar 1 ( paling tipis ) samakan nadanya, bila belum kencangkan / kendurkan senar.
Petik lagi untuk mengecek apakah nadanya sudah sama atau belum.
Setelah mendapatkan nada yang sama kemudian petik senar 1 tanpa ditekan (Open String).
secara bersamaan petik senar 2 di fret 5, samakan suaranya.

Petik senar 2 tanpa ditekan (Open String) kemudian petik senar 3 di fret 4 samakan suaranya
Petik senar 3 tanpa ditekan (Open String) kemudian petik senar 4 di fret 5 samakan suaranya
Petik senar 4 tanpa ditekan (Open String) kemudian petik senar 5 di fret 5 samakan suaranya
Petik senar 5 tanpa ditekan (Open String) kemudian petik senar 6 di fret 5 samakan suaranya

Penyeteman selesai.

Kelemahan cara ini kemungkinan adanya penyimpangan nada di senar 3,4,5,dan 6
karena senar tersebut tidak diselaraskan langsung dengan senar 1.
Langkah diatas sangat mudah, tapi bagi gitaris pemula menyetem gitar manual
mungkin akan merupakan menjadi pekerjaan yang agak sulit
tapi itu dapat diatasi dengan rajin berlatih menyetem sehingga tahu
gimana sih suara 2 buah senar yang dibunyikan bersamaan itu memiliki nada yang sama,
selain itu juga dapat digunakan untuk melatih pendengaran kita tentang karakteristik nada-nada.

Modus Tangga Nada Gitar

Modus tangga nada gitar dalam bahasa Inggris dikenal dengan Guitar Modes. Konsep modus tangga nada sebenarnya terletak pada bagaimana pandangan perspektif kita terhadap sebuah tangga nada. Sebagai contoh kita perhatikan tangga nada Mayor dengan nada dasar C, yaitu C-D-E-F-G-A-B. Pertama yang harus kita ingat adalah bahwa tangga nada dengan pola seperti tangga nada C Mayor tadi disebut dengan Modus tangga nada Ionian. Bagaimana dengan modus tangga nada yang lain seperti Dorian, Phyrgian, Lydian, Mixolydian, Aeolian dan Locrian? Mari kita perhatikan gambar berikut

modus tangga nada gitar - guitar modes

Modus Tangga Nada Gitar

Ilustrasi Modus tangga nada di atas menunjukkan bahwa pola pertama setelah Modus tangga nadaIonian adalah modus tangga nada Dorian, artinya apa? ini berarti bahwa modus tangga nadaDorian mengambil pola modus tangga nada Mayor atau Ionian namun dimulai dari nada kedua. Bagaimana dengan modus tangga nada berikutnya? Menarik! modus tangga nada Phyrgian, Lydian, Mixolydian, Aeolian dan Locrian sama-sama mengambil pola modus tangga nada Ionian namun masing-masing dimulai dari nada ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh.

Not Balok

Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada.

Struktur Not Balok

Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas, seperti yg saya posting sebelumnya

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.

Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.
Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.

Clef treble

Clef bass

Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”

Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.
c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.

Lambang-Lambang Not Balok.

Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.

Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.

Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.

Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.

Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2.

Tanda Titik.

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.

4+2=6 ketuk              2+1=3 ketuk       11/2 ketuk   3/4 ketuk

Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.

Tanda diam 4 ketuk                2 ketuk        1 ketuk     1/2     1/4

Tempo dan Dinamik.
Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.
De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.
Vivace artinya gembira, hidup.
Adagio artinya amat sangat lambat.
Prestissimo artinya amat sangat cepat.
Largheno artinya lambat.
Di Marcia artinya seperti orang berbaris.
Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.
Con brio artinya semangat bergelora.
Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.
Con bravura artinya gagah.
ff = fortissimo artinya sangat keras.
pp = pianissimo artinya sangat lambat
p = piano artinya lambat/lembut

Clef pada not balok.
Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.

(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.
Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:
C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)
Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).
Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.

Not-not bila dirangkai dapat membentuk sebuah lagu. Biasanya untuk menuliskan sebuah lagu, digunakan dua macam cara penulisan not yaitu dengan menggunakan not balok (bulatan-bulatan yang tersusun dalam garis paranada) dan not angka (dengan menggunakan angka).

Paranada

Dalam notai musik not balok, paranada adalah lima garis horisontal tempat not ditulis. Not dapat diletakkan di garis atau di antara garis (spasi) paranada. Garis paranada diberi nomor dari bawah ke atas; garis paling bawah disebut garis pertama dan garis paling atas disebut garis kelima. Not yang terletak di garis atau spasi lebih tinggi berarti memiliki tinggi nada lebih tinggi.
Not pada paranada dibaca dari kiri ke kanan. Not yang terletak di sebelah kiri dimainkan sebelum not di sebelah kanan.

Berikut contoh dari garis para nada yan g di gunakan untuk menulis not balok

JAVA JAZZ FESTIVAL

Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) adalah festival musik jazz terbesar yang setiap tahunnya diselenggarakan setiap awal bulan Maret di Jakarta, Indonesia oleh Java Festival Production sejak tahun 2005. Selain menghadirkan musisi jazz mancanegara maupun dalam negeri, festival ini juga disertai musisi dari genre musik lainnya seperti R&B, soul, reggae. Antara musisi terkemuka yang hadir pada ajang tahun 2006 adalah James Brown, Earth, Wind & Fire, Eric Benet, Bubi Chan, dan Angie Stone. Sementara pada tahun 2007 Sergio Mendes, Chakra Khan, Lisa ono dan Jamie Cullum adalah para musisi yang dijadwalkan tampil. Menurut situs resmi festival ini, lebih dari 67.000 pengunjung menghadiri festival selama tiga hari ini pada tahun 2006.

Banyak penampilan spesial yang disajikan dalam festival jazz ini, seperti Santana, Jammie Cullum, Dave Koz, dll. Tak hanya penampilan spesial saja tapi ada penampilan seperti Lee Ritenour, Barry Likumahuwa project, Sheila majid, Chieli minucci & Special EFX, Steve lukather, Robben Ford, Bob James & banyak musisi jazz dari Indonesia.

Berikut adalah cuplikan dari java jezz di tahun 2012 dan klik [Download] untuk mendownload mp3 dari cuplikan video di bawah ini

 

 

Orkestra

Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Mereka biasanya memainkan musik klasik. Orkestra yang besar kadang-kadang disebut sebagai “orkestra simponi”. Orkestra simponi memiliki sekitar 100 pemain, sementara orkestra yang kecil hanya memiliki 30 atau 40 pemain. Jumlah pemain musik bergantung pada musik yang mereka mainkan dan besarnya tempat mereka bermain.

Berikut adalah contoh orkestra klasik

Canon in D – University of Indonesia Symphony Orchestra Mahawaditra

Afgan & Vidi Aldiano Tribute to Chrisye (orkestra erwin gutawa)

Music

Gambar

Music adalah sebuah karya yang sangat indah yang di ciptakan untuk sebuah hiburan yang sangat menarik untuk di dengarkan, di rasakan, bahkan di pelajari

Banyak beraneka ragam music yang tersebar di seluruh penjuru dunia, ada jazz, rock, pop, klasik, melayu, dangdut, reggae, blues, hip hop dan masih banyak lagi yang lainya. Semua jenis music itu mempunyai keunggulannya dan perbedaan di setiap nada dalam musicnya masin-masing . Tetapi perbedaan itu tidak merusak keindahan dari music itu sendiri melainkan menambah sebuah keindah dalam music

Dalam bermusic kita membutuhkan sebuah alat yang bisa menciptakan nada-nada indah yang di padukan menjadi satu seperti gitar, bass, piano, drum, sacsofon, biola dan lain-lain, maka terciptalah sebuah karya music yang hebat dan indah yang bisa di nikmati oleh banyak orang

Tetapi sesungguhnya untuk menghasikan sebuah music yang indah kita tidak harus memiliki barang-barang yang sangat amat mahal, hanya bermodalkan barang-barang bekas atau alat rumah tangga yang sudah tidak terpakaipun kita dapat memainkan sebuah music yang indah, sekarang ini sudah banyak suatu kelompok music yang memainkan sebuah music dengan menggunakan barang-barang bekas seperti galon, panci, jerigen dan lain-lain mereka menggunakan alat-alat itu untuk menciptakan sebuah karya music yang sangat indah dan menarik dengan arnsemen yang berbeda tentunya dan hal-hal seperti inilah yang menambah keindahan dalam suatu music

Design a site like this with WordPress.com
Get started